OKEZONE STORY: Libertalia, Surga Bajak Laut yang Nyata atau Hanya Cerita?

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 11 Agustus 2017 08:01 WIB
Foto ilustrasi (Foto: Istimewa)
Share :

Hanya dalam beberapa tahun, Libertalia telah berkembang. Penduduknya telah membersihkan sebidang tanah yang bagus, memiliki ternak dan membangun sejumlah bangunan termasuk dermaga. Kehidupan di Libertalia dijalani secara komunal, dengan setiap orang berbagi baik beban kerja maupun harta rampasan dari laut.

Mereka juga setuju untuk membentuk pemerintahan dengan menunjuk seorang penguasa yang memiliki hak untuk memberi hadiah bagi yang berani dan bijak dalam bertindak dan menjatuhkan hukuman bagi mereka yang berbuat kekejaman menurut hukum yang dibuat Libertaria. Posisi ini disepakati merupakan posisi yang ditunjuk rakyat dalam pemilihan yang digelar tiga tahun sekali.

Namun, semuanya tidak bertahan lama karena Libertaria mendapatkan serangan dari penduduk asli. Caraccioli terbunuh dalam serangan tersebut, sementara Misson berhasil melarikan diri bersama sekira 40-an penduduk Libertaria dan harta karun berisi harta rampasan. Segera setelah itu, Misson dan Victoire tenggelam dalam badai, mengakhiri riwayat Libertaria sepenuhnya.

Meski sampai saat ini tidak diketahui apakah Libertaria benar-benar ada atau tidak, beberapa hal dalam kisah Johnson memiliki dukungan fakta sejarah. Tidak diragukan bahwa pada suatu waktu, Madagaskar pernah menjadi tempat berumpulnya kelompok perompak, bahkan ada bukti kuat yang menunjukkan lokasi seperti Johanna dan Ile Sainte-Marie di Madagaskar pernah menjadi basis bajak laut.

Selain itu kondisi buruk yang dialami para pelaut seperti diceritakan oleh Johnson juga benar adanya. Para bajak laut yang berasal dari berbagai bangsa juga diketahui seringkali membuat undang-undang di antara mereka dan melepaskan kewarganegaraannya, mengklaim bahwa mereka adalah “orang lautan”.

Hal-hal ini membuat banyak orang berusaha mencari bukti keberadaan Libertaria. Jika memang utopia itu pernah ada, mungkin saat ini bukti eksistensinya telah habis ditelan hutan dan lautan.

(Emirald Julio)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya