Setahun kemudian, pada musim semi 1520, Cortes mendengar kabar kedatangan pasukan Spanyol dari Kuba yang dipimpin oleh Panvilo Narvez. Pasukan yang dikirim oleh Diego Velasquez de Cuellar, Gubernur Kuba yang berseteru dengan Cortes, untuk mengambil alih kendali Meksiko dari Cortes.
Sebagai respons, Cortes membawa pasukannya keluar dari Tenochtitlan untuk menghadapi Narvez dengan hanya meninggalkan 80 tentara Spanyol dan beberapa ratus pasukan Tlaxcaltec untuk mengatur ibu kota. Cortes berhasil mengalahkan Narvez dan menarik tentaranya untuk bergabung dengan pasukannya, tetapi saat Cortes kembali ke Tenochtitlan, dia menemukan kota itu dikepung oleh tentara Aztec.
Ternyata pasukan yang diberi tugas oleh Cortes untuk menjaga kota membantai beberapa pemimpin bangsa Aztec, memicu rakyat Aztec ke ambang pemberontakan.
Setelah dikepung selama beberapa pekan, tidak adanya makanan memaksa Cortes dan pengikutnya berjuang untuk bisa keluar dari kota. Banyak di antara mereka yang tewas tenggelam di Danau Texoco saat kapal yang mereka gunakan untuk lari dan mengangkut harta Cortes tenggelam.
Montezuma dilaporkan terbunuh oleh rakyat Aztec yang marah karena pengabdiannya pada orang-orang Spanyol. Posisinya sebagai raja digantikan oleh saudaranya, Cuitlahuac.
Di tengah gerak mundurnya, Cortes berhasil mengalahkan tentara Aztec di Otumba dan bergabung dengan sekutu Tlaxcaltec. Pada Mei 1521, Cortes kembali ke Tenochtitlan dan mengepung kota itu selama tiga bulan sampai akhirnya jatuh pada 13 Agustus 1521.
Jatuhnya Tenochtitlan menandai berakhirnya kerajaan Aztec. Raja Cuauhtemoc yang menggantikan Cuitlahuac ditahan dan dieksekusi, menjadikan Cortes sebagai penguasa Meksiko.
Setelah sempat pulang ke Spanyol pada 1528 untuk melaporkan penaklukannya pada Raja Spanyol, Charles V, Cortes kembali ke Meksiko pada 1530. Dia pensiun di sebuah rumah di selatan Meksiko City. Pada 1540 Cortes kembali lagi ke Spanyol di mana dia diabaikan oleh kerajaan sampai meninggal pada 1547.
(Rahman Asmardika)