FOKUS: Tragis! Tewasnya Saksi Kunci Johannes Marliem, sampai Keberlanjutan Pengungkapan Kasus E-KTP

, Jurnalis
Selasa 15 Agustus 2017 18:15 WIB
Johannes Marliem bersama pengelola Organisasi Como Friends. (Foto: Twitter Como Friends)
Share :

KABAR mengejutkan muncul pada 11 Agustus 2017 tatkala Presiden Direktur Biomorf Lone LLC, Johannes Marliem, dinyatakan tewas bunuh diri di kediamannya di Los Angeles, Amerika Serikat. Ia diberitakan meninggal dunia usai menembakkan peluru menggunakan pistol ke kepalanya. Sementara di sisi lain, Johannes juga disebut-sebut meninggal dengan luka tembak di beberapa bagian tubuh. Meski demikian, belum ada informasi yang pasti terkait penyebab tewasnya sang pengusaha.

Johannes Marliem sendiri selama ini dikenal sebagai penyedia produk automatic fingerprint identification system (AFIS) merek L-1 untuk proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) senilai Rp5,9 triliun yang sedang bermasalah dengan kasus dugaan korupsi. Dalam perkara proyek pengadaan e-KTP ini, Johannes yang tinggal di Amerika pernah bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta melalui telekonferensi‎. Ia diduga memiliki rekaman suara pembicaraan seorang anggota DPR terkait kasus yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.

Sementara Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menyatakan turut mengikuti kabar tewasnya saksi kunci kasus dugaan korupsi proyek e-KTP ini. Ia mengungkapkan, pihaknya masih mencoba berkoordinasi dengan Kepolisian Amerika Serikat untuk mengungkap peristiwa ini.

KPK menyatakan butuh waktu untuk berkoordinasi dengan penegak hukum di Negeri Paman Sam guna memperoleh kabar jelas meninggalnya Johannes Marliem. "Sejauh ini masih berproses, masih perlu waktu (untuk memperoleh informasi meninggalnya Johannes Marliem). Karena memang ada mekanisme yang perlu waktu," kata Saut kepada Okezone, Minggu 13 Agustus 2017.

(Baca: Kemlu RI: Pemulangan Jenazah Johannes Marliem Tergantung Keluarga)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya