FOKUS: Tragis! Tewasnya Saksi Kunci Johannes Marliem, sampai Keberlanjutan Pengungkapan Kasus E-KTP

, Jurnalis
Selasa 15 Agustus 2017 18:15 WIB
Johannes Marliem bersama pengelola Organisasi Como Friends. (Foto: Twitter Como Friends)
Share :

Kemudian pihak Kepolisian Republik Indonesia menerangkan tidak akan ikut campur terkait penyelidikan tewasnya Johannes Marliem di Los Angeles. "Yurisdiksinya ada di Amerika, atau TKP ada di Amrik yang menangani otoritas atau kepolisian dari Amerika. Oleh sebab itu, Polri tak ikut campur," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto di Kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin 14 Agustus 2017.

"Kedua, yang bersangkutan atau yang meninggal terkait kasus di KPK. TKP di sana kecuali dari otoritas atau FBI minta bantuan, baru kita akan bantu," ujar Setya. Seraya menambahkan, hingga kini Kepolisian AS belum meminta bantuan menyelidiki tewasnya Johannes.

Lalu terdapat fakta baru, nama Johannes Marliem muncul di surat dakwaan tersangka kasus proyek e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong, yang dibacakan jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada sidang hari ini. Dalam surat dakwaan tersebut, terungkap beberapa peran Johannes di proyek pengadaan e-KTP.

Dalam dakwaan tersebut, Jaksa KPK membeberkan bahwa Andi Narogong pernah bertemu Johannes Marliem di Restoran Peacock, Hotel Sultan, Jakarta, sekira Oktober 2010. Pertemuan ini juga dihadiri Sekjen Kemendagri Diah Anggraeni, dua pejabat Kemendagri yaitu Irman dan Sugiharto, Ketua Tim Teknis Pengadaan e-KTP Husni Fahmi, serta Politikus Golkar Chaeruman Harahap.

(Baca: Tak Tahu Isi Rekaman Milik Johannes Marliem, KPK: Bukti-Bukti Kami Sudah Meyakinkan!)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya