Seiring perjalanannya, Bung Karno dan Bung Hatta bersiap memproklamirkan kemerdekaan. Mereka maju ke hadapan rumah, lalu Bung Karno melanjutkan dengan membacakan naskah proklamasi kemerdekaan yang sudah diketik. Selanjutnya, ia memberikan anjuran agar bangsa Indonesia mulai saat itu bekerja keras dalam mengisi kemerdekaan.
Kemudian bendera merah putih yang dijahit oleh Ibu Fatmawati dinaikkan ke tiang oleh Chudancho Latief Hendraningrat. Ini menjadi pengibaran pertama kalinya tanpa dibarengi dengan bendera selain merah putih. Setelah itu mereka mengheningkan cipta dan menyanyikan lagu kebangsaan 'Indonesia Raya' dengan penuh semangat.
Namun, beberapa saat kemudian beberapa pembesar Jepang datang ke Pegangsaan Timur 56. Mereka mendesak bertemu Ir Soekarno serta mendesak proklamasi kemerdekaan tidak diumumkan. Salah seorang Jepang dengan berbahasa Indonesia mengatakan bahwa Gunseikanbu (pemerintah militer pusat) memberikan pesan melarang Proklamasi. Tapi, Bung Karno dengan tegas menjawab, "Proklamasi sudah kami ucapkan!"
(Hantoro)