Feni (28) salah satu pedagang mainan telok Abang mengatakan omset yang diraih saat jualan mainan tersebut bisa mencapai jutaan rupiah. Berdagang inipun merupakan warisan turun-temurun dari keluarganya.
"Saya berjualan ini sudah lama, bahkan semenjak remaja saya sudah ikut berjualan ini bersama keluarga saya. Kita mematok harga tidak terlalu mahal. Mainan ini hanya ada pada saat bulan Agustus saja," kata Feni.
Diketahui, selain mainan telok Abang, di Palembang juga terdapat makanan khas cuma ada pada momentum 17-san yakni Telok Ukan dan Telok Pindang. Cara penjualan Telok ukan dan pindang ini dijajakan dengan cara kaki lima.
Pedagang akan berjejer dipinggiran trotoar jalan untuk menarik minat pembeli. Puluhan pedagang telur ukan dan telur pindang dari pagi hingga sore hari menjajakan dagangan mereka di Jalan Merdeka, Palembang. Cukup dengan uang Rp5 ribu, Anda sudah bisa menikmati satu butir Telok Ukan maupun Telok Pindang.
(Angkasa Yudhistira)