AMBISI Nazi Jerman untuk menguasai daratan Eropa terancam gagal oleh keputusan Inggris. London menyatakan akan turut campir apabila Jerman terus memperluas ekspansi mereka setelah berhasil menduduki Cekoslovakia (sekarang terbagi antara Republik Ceko dan Slovakia).
Perdana Menteri Inggris saat itu, Neville Chamberlain, gerah ketika Polandia terancam oleh Nazi Jerman pimpinan Adolf Hitler. Ia sebelumnya tidak bergeming ketika Sudetenland, wilayah yang didominasi penduduk berbahasa Jerman di Cekoslovakia, berhasil diduduki oleh Negeri Panser.
Chamberlain dengan tegas menyatakan Inggris wajib membantu Polandia jika Jerman melakukan invasi. Namun, tentu saja Inggris butuh sekutu. Satu-satunya kekuatan yang saat itu mampu menyetop Hitler serta memiliki tendensi melakukannya cuma Uni Soviet.
Akan tetapi, Pemimpin Uni Soviet Joseph Stalin bersikap dingin pada setelah upaya Negeri Komunis itu membangun aliansi politik dengan Inggris dan Prancis untuk melawan Jerman, ditolak pada awal 1939. Terlebih lagi, Polandia nampak tidak tertarik menjadikan Uni Soviet sebagai pelindung mereka.
Adolf Hitler paham bahwa Inggris tidak akan berani menyerang sendirian. Der Fuhrer menelan ketakutannya pada komunisme demi berkoalisi dengan Joseph Stalin. Sebagai informasi, baik Hitler maupun Stalin satu sama lain menaruh kecurigaan yang cukup tinggi.