The Pyramid Club beranggotakan sekitar 250 orang, terdiri dari perdana menteri, anggota kabinet, elit politik dan CEO perusahaan terkemuka di Singapura. Setiap 3 bulan sekali anggota klub eksklusif ini berkumpul dan mengundang seorang pembicara dari dalam atau luar negeri tentang topik tertentu.
Pertemuan The Pyramid Club berlangsung tertutup, dan tak bisa diliput wartawan. Dalam forum tersebut, Tito memaparkan permasalahan terorisme secara global tanpa teks dalam Bahasa Inggris, selama satu jam.
Kegiatan tersebut diselingi dengan sesi tanya-jawab yang tentunya dalam Bahasa Inggris juga. Berbagai pertanyaan muncul dari hadirin, mulai dari bagaimana cara pencegahan terorisme hingga harapan bagaimana meningkatkan hubungan persahabatan Indonesia dan Singapura, dengan meninggalkan rasa saling curiga apalagi membenci sebagai tetangga yang tinggal di kawasan yang sama.
Tito juga membagikan buku karangannya berjudul "Explaining Islamist Insurgencies" kepada hadirin. Acara yang diselingi dengan perjamuan tersebut berlangsung hangat dan akrab.
(Rizka Diputra)