MEDAN - Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan penyebaran berita bohong atau hoaks di media sosial sebagaimana dilakukan sindikat Saracen dapat dilawan dengan teknologi sehingga tidak lagi muncul kasus serupa.
"Dengan teknologi, hoaks secara sistem itu harus disaring jangan sampai muncul," kata Nasir di sela kunjungan kerja di Medan, Sabtu (26/8/2017).
Menurut dia, perkembangan teknologi selalu berada di depan penyebaran berita bohong dan pemerintah mampu menangkalnya lewat teknologi. Oleh karena itu, penguatan teknologi dan regulasi menjadi keharusan demi menyaring hoax di media sosial.
(Baca juga: Kasus Saracen dan Tanggung Jawab Perusahaan Medsos)
Berita bohong, lanjut dia, tidak boleh dibiarkan leluasa beredar karena berpotensi menyulut kebencian dalam masyarakat, bahkan meretakkan masyarakat.
(Baca juga: Pilpres 2019 Diperkirakan Akan Jadi Puncak Serangan Hoaks)
Sebagaimana dikutip dari Antara, Nasir mengatakan keragaman di tengah masyarakat adalah rahmat dan realitas ini harus dikelola dengan baik sehingga tidak justru memecah belah bangsa.
Baca juga: Berani Sebar Hoaks, Siap-Siap Kena UU ITE)
Mengenai tindakan terhadap Saracen, Nasir menyerahkannya kepada pihak berwenang, tapi dia berharap kasus serupa harus dicegah sehingga masyarakat dijauhkan dari kebencian dan perpecahan.
(Salman Mardira)