BERLIN - Penemuan bom dari era Perang Dunia II menggegerkan Kota Frankfurt dan Main, Jerman. Akibat peristiwa ini, 70 ribu orang di kedua kota tersebut harus meninggalkan rumah mereka.
Mengutip Deutsche Welle, Kamis (31/8/2017), bom tersebut ditemukan di pinggiran lokasi proyek pembangunan di Wismarer Strasse. Area seluas 1,5 km di Distrik Westend, dekat pusat kota, akan dibersihkan untuk proses pemindahan bom tersebut ke lokasi yang lebih aman. Pihak berwenang berencana meledakkan atau menjinakkan bom tersebut pada Minggu 3 September.
Hingga kini belum dapat dipastikan apakah penemuan bom tersebut akan memengaruhi kesibukan di bandara terbesar di Jerman pada saat operasi penjinakkan bom akhir pekan tersebut.
BACA JUGA: Walah! Pekerja Galian Temukan Bom Peninggalan Perang Dunia II
BACA JUGA: Heboh! Dianggap Unik, Siswa TK di Jerman Bawa Bom ke Sekolah
Bom seberat 1.814 kg atau nyaris 2 ton itu diyakini milik pasukan Inggris saat pasukan sekutu menyerbu Jerman. Bom itu dirancang untuk menghancurkan gedung hingga lebih dari 1 km dari pusat ledakan.
Bom yang diperkirakan berisi 1.400 bahan peledak ini merupakan salah satu dari berbagai amunisi sejenis yang ditemukan di Jerman dalam beberapa tahun terakhir.
BACA JUGA: Polisi Jerman Jinakkan 1,8 Ton Bom Sisa Perang Dunia II
Pada Desember 2016 misalnya, sebuah bom milik Inggris ditemukan di Augsburg. Keberadaan bom seberat nyaris 2 ton itu membuat 54 ribu orang harus mengungsi saat Hari Natal tiba. Ini adalah evakuasi terbesar sejak Perang Dunia II berakhir 70 tahun yang lalu.
Merujuk data institusi penelitian Smithsonian, pasukan Amerika Serikat (AS) dan Inggris meluncurkan 2,7 juta ton bom ke penjuru Eropa pada 1940 hingga akhir masa perang pada 1945. Separuh dari bahan peledak itu dijatuhkan di Jerman. Diperkirakan, 10 persen dari bom tersebut gagal meledak.
(Rifa Nadia Nurfuadah)