Duuh! Tragedi Rohingya Akibat Tak Hadirnya Agama dalam Kehidupan Bersama

Muhammad Iqbal, Jurnalis
Senin 04 September 2017 05:30 WIB
Warga Rohingya. (foto: AFP)
Share :

JAKARTA - Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Robikin Emhas menganggap Indonesia miliki peluang baik untuk membantu masyarakat Rohingya. Pasalnya, PBNU menyebut Indonesia sebagai negara yang dapat melakukan kegiatan kemanusiaan di Myanmar.

Selain bantuan kemanusiaan, ia menyebut pemerintah perlu mengambil langkah diplomatik yang meyakinkan guna menghentikan tragedi kemanusiaan yang terjadi pada etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar. Semua itu didasarkan semata pertimbangan kemanusiaan, sesuai kaidah politik bebas-aktif.

[Baca Juga: Soal Kekerasan Rohingya, Jokowi: Perlu Aksi Nyata, Bukan Hanya Kecaman!]

Robikin Emhas mengaku berdasarkan laporan utusan PBNU yang tergabung dalam misi kemanusiaan, Indonesia adalah satu-satunya negara yang dipercaya dan diizinkan oleh Pemerintah Myanmar untuk melakukan kegiatan kemanusiaan di Myanmar. Menurutnya, Indonesia harus mengoptimalkan kepercayaan itu.

“Jangan ada yang berusaha menghentikan kekerasan dengan kekerasan, apalagi dengan mendompleng isu agama. Saya memandang, terjadinya tragedi kemanusiaan akibat kekerasan justru karena tidak hadirnya agama dalam kehidupan bersama,” ujar Robikin kepada Okezone, Senin (4/9/2017).

[Baca Juga: Sedih atas Kekerasan Rohingya, Hary Tanoe Dukung Peran Aktif Pemerintah]

Sebab menurutnya, selain tentang tauhid, pesan penting lain dari agama adalah terwujudnya perdamaian dan kesejahteraan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Untuk apa Nobel Perdamaian dipertahankan jika perdamaian di depan mata dikoyak dan hanya berpangku tangan?" pungkas Robikin atas tuntutan pencabutan Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi. (sym)

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya