WASHINGTON - Badai Irma menghantam Kepulauan Karibia dan menewaskan 23 orang. Badai ganas itu diprediksi akan menghantam sejumlah wilayah Amerika Serikat (AS), terutama Florida pada hari ini, Sabtu (9/9/2017).
Badai kategori 4 ini telah menghancurkan banyak bangunan dan menumbangkan banyak pohon selama melanda Kepulauan Karibia.
BACA JUGA: AS Diterjang Badai Irma, Gubernur Puerto Rico Kesal Warga Masih Santai Jalan-Jalan
Menurut data Pemerintah Inggris, badai tersebut telah menyebabkan kerusakan parah di Pulau Anguilla. Pulau Saint Martin, Saint Barthelemy dan sebagian besar wilayah Puerto Riko juga rusak akibat terjangan Badai Irma sejak Kamis 7 September.
Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) mengatakan, para pejabat AS sedang mempersiapkan tanggapan darurat terkait datangnya Badai Irma, yang akan menyerang Florida pada hari ini.
BACA JUGA: Duuh! Amukan Badai Irma Picu Banjir dan Putus Akses Komunikasi di Karibia
“Badai Irma terus menjadi ancaman yang akan menghancurkan Amerika Serikat di Florida atau beberapa negara bagian di tenggara,” kata Adiministrator FEMA, Brock Long, dalam konferensi pers pada Jumat 8 September, seperti dilansir Reuters.
Dia memperingatkan bahwa wilayah Florida akan kehabisan pasokan listrik selama berhari-hari. Lebih dari 100 ribu orang diprediksi akan memerlukan tempat berlindung.
BACA JUGA: Dekati Daratan, Badai Irma Berubah Jadi Kategori 5
Presiden Donald Trump mengumumkan keadaan darurat federal di wilayah terkait. Pengumuman keadaan darurat itu sebagai langkah untuk persiapan penanganan khusus, termasuk bantuan keuangan dari pemerintah. (DJI)
(Rifa Nadia Nurfuadah)