Krisis Rohingya, Tokoh Lintas Agama Imbau Massa Tak Kepung Borobudur

, Jurnalis
Sabtu 09 September 2017 00:53 WIB
Share :

JEMBER - Sejumlah tokoh lintas agama di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak mengepung Candi Borobudur dalam rangka aksi solidaritas terhadap aksi kekerasan yang menimpa kaum muslim Rohingya di Myanmar.

Imbauan itu disampaikan dalam dialog lintas agama di Jember, Jumat 8 September 2017 yang dihadiri antara lain Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember Halim Subahar, Ketua PCNU Jember KH Abdullah Samsul Arifin, Ketua Muhammadiyah Jember Kusno, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama Abdul Muis, Perwakilan Gereja Santo Yusup FAX Yiddi Purwa M, Ketua Persatuan Hindu Dharma Indonesia I Wayan Wesa Atmaja.

"Rencana aksi mengepung Candi Borobudur sebagai bentuk protes atas tragedi kemanusiaan yang dialami umat Islam Rohingya di Myanmar merupakan aksi solidaritas yang tidak tepat," kata Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember, KH Abdullah Samsul Arifin.

Menurutnya, aksi keprihatinan tersebut dapat berpotensi menimbulkan tindakan anarkis yang dapat merusak cagar budaya yang dimiliki bangsa Indonesia yang sudah dijadikan salah satu keajaiban dunia itu.

"Kekerasan yang dialami umat muslim di Myanmar oleh sekelompok penganut agama Buddha tidak bisa digeneralisasikan dengan membenci seluruh umat Buddha," tutur pria yang akrab disapa Gus Aab itu.

Selain itu, lanjut dia, konflik yang terjadi di Myanmar tidak bisa dilihat murni sebagai persoalan agama karena tidak menutup kemungkinan ada motif lain, misalnya motif ekonomi, kekuasaan, bahkan perebutan pengaruh.

"Bentuk solidaritas dengan melakukan aksi kekerasan terhadap umat Buddha di Indonesia tidak tepat karena mereka tidak tahu menahu dan tidak harus bertanggung jawab dengan yang dilakukan umat Buddha di Myanmar," tutur dia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya