"Babi hutan menyerang dengan cara bergerombol, biasanya mereka menyerang pada sore dan malam, bahkan ada yang menyerang manusia, kami kini selalu berjaga-jaga dan ronda serta membuat jebakan celeng," ujar Sartin warga Jlegong kepada Okezone, Rabu (20/9/2017).
Mengantisipasi serangan terus meluas, warga bersama TNI berjaga-jaga di lokasi dan membuat perangkap babi hutan. Babi hutan bagi warga Desa Jlegong Karang Kobar menjadi hama, karena perkembangannya yang cukup pesat dan sering merusak tanaman warga.
Selain merusak tanaman, babi hutan juga bisa melukai warga atau petani yang bertemu dengan kawanan saat mengamuk. warga menghalau babi dengan berteriak dan memukul-mukul kentongan di tengah area kebun.
(Awaludin)