Dilansir dari berbagai sumber, Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta, Kanjeng Winarno Kusumo mengatakan jika Kebo Bule ini mempunyai sejarah panjang. Dimana, nama Kyai Slamet tersebut sebetulnya adalah salah satu pusaka berupa tombak milik keraton.
"Pada jaman Pakubuwono ke-10, sekitar tahun 1893-1939, melakukan tradisi membawa pusaka Kyai Slamet keliling tembok Baluwarti pada hari Selasa dan Jumat Kliwon. Saat itu, kebo bule selalu mengikuti di belakang," kata Kanjeng Winarno.
Tidak hanya warga Solo, tetapi dari daerah lain yang menyempatkan waktu untuk mengikuti kirab kebo bule. Dan bagi warga yang masih percaya, rela untuk mencari air bekas memandikan kebo bule bahkan kotoran kebo saat malam Satu Suro.(fin)
(Amril Amarullah (Okezone))