Menurut Jimly, salah satu persepsi sekelompok orang yang bisa mengundang emosi adalah tuntutan pengungkapan kebenaran peristiwa PKI.
"Seperti tuntutan pengungkapan kebenaran peristiwa PKI menurut persepsi sekelompok orang justru mengundang emosi untuk mencari kebenaran sejarah sesuai persepsi yang sudah terbentuk lama dalam sejarah," ujarnya.
Selain itu, persepsi lain di masyarakat seperti menyalahkan Orde Baru yang dinilai telah memutarbalikkan fakta kekejaman PKI. Kemudian emosi anti-PKI yang muncul di masyarakat sekarang justru mengungkung rakyat untuk mencari solusi kemanusiaan di masa mendatang.
"Jangan kita larut dengan emosi masa lalu. Kita harus jadi bangsa maju dengan berorientasi pada masa depan," tandasnya.
(Arief Setyadi )