Akui Adanya Pungli, Pengelola GBK Sering "Kucing-kucingan" dengan Pelaku

Achmad Fardiansyah , Jurnalis
Kamis 21 September 2017 19:46 WIB
Ilustrasi (Foto: Ist)
Share :

JAKARTA - Direktur Utama Pengelola Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Winarto membenarkan adanya pelaku pungutan liar (pungli) di wilayah GBK. Bahkan, pihaknya kerap melakukan razia namun selalu bocor sehingga para pelaku pungli masih berkeliaran.

"Ya sudah sering ditindak, tapi kan mereka itu uber-uberan sama kita. Kita datang mereka hilang," katanya kepada wartawan, Kamis (21/9/2017).

Namun, Winarto memiliki solusi agar kedepannya tidak ada lagi pungli yang diduga dilakukan preman di kawasan GBK, yakni dengan menyiapkan sarana parkir menggunakan e-parkir. Hal tersebut baru akan diterapkan setelah renovasi GBK rampung.

"Ada di parkiran timur nanti. Sedang kita renovasi. Ya kalau mereka parkir di luar kami (hilang), ya enggak (akan dapat ganti rugi) ," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Sudjatmoko menyatakan siap jika dirinya diminta untuk terlibat menertibkan pungli di kawasan GBK.

"Jika ada permintaan dari pihak GBK baru kami bisa masuk ‎(menindak preman yang melakukan pungli)," kata Sigit.

Seperti diketahui, Rojikin seorang pengemudi bus menyatakan kecewa atas pelayanan pengelola. Pasalnya, ia dimintai uang oleh pria bertato sebesar Rp20 ribu untuk parkir tanpa ada tanda bukti. Padahal, Rojikin sudah membayar parkir di pintu masuk sebesar Rp40 ribu.

"Saya bayar tiket di depan Rp40 ribu, terus kata petugas loket sudah tak ada bayar lagi di dalam. Tapi saat ke tempat parkir saya diminta bayar Rp20 ribu. Udah gitu mintanya maksa, kaya memalak," katanya.

Mendapatkan perlakuan seperti itu, Rojikin langsung melaporkan kepada petugas keamanan sekitar. Namun, bukannya ditindak, petugas malah menyarankan agar menuruti permintaan pria bertato yang diduga preman itu.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya