Melihat Perjalanan Karir Cemerlang Mayjen DI Pandjaitan, Pernah Bertugas di Jerman dan Menimba Ilmu di AS

Fahmy Fotaleno, Jurnalis
Sabtu 30 September 2017 06:22 WIB
Mayjen DI Pantjaitan disemayamkan di Mabes TNI AD sebelum dimakamkan di TMP Kalibata (Foto: Istimewa)
Share :

JAKARTA - Lahir di Balige Tapanuli, Sumatera Utara pada tanggal 19 Juni 1925 pria bernama lengkap Donald Isaac Panjaitan ini merupakan salah satu jenderal yang ikut tewas dalam peristiwa G30S/PKI tanggal 1 Oktober 1965.

Dikutip dari berbagai sumber, Mayor Jenderal Donald Isaac Panjaitan kecil, kala itu menempuh pendidikan formal, dari Sekolah Dasar (SD), sampai jenjang kuliah di Associated Command and General Staff College, Amerika Serikat. Setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA), DIPanjaitan kemudian memilih untuk masuk sebagai anggota militer. Dan disaat itu Indonesia tengah dalam pendudukan Jepang. Hingga ia harus mengikuti latihan Gyugun sebelum masuk menjadi anggota militer.

Seusai mengikuti latihan Gyugun, ia pun ditugaskan di Pekanbaru Riau sampai Negara Indonesia memperoklamasikan atas kemerdekaannya.

Setelah Kemerdekaan Indonesia, Mayjen DI Panjaitan bersama dengan pemuda Indonesia lainnya, sepakat untuk membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang saat ini dikenal dengan sebutan TNI. Setelah ikut di TKR, tugas pertama yang ia emban adalah menjadi komandan di Batalyon, lalu berpindah menjadi komandan pendidikan di devisi IX Banteng Bukit Tinggi tahun 1948.

Ia kemudian melanjutkan tugasnya sebagai kepala staf umum no. IV Komandemen Tentara di Sumatera. Dan dia juga diangkat sebagai pimpinan dari perbekalan perjuangan PDRI (pemerintahan darurat RI) dalam melakukan agresi kemiliteran ke II dalam melawan pasukan Belanda. Dan akhirnya Indonesia mendapat pengakuan dari belanda atas kedaulatannya.

Mayjen DI Panjaitan sendiri, akhirnya diangkat menjadi Kepala Staf Operasi Tentara dan Teritorium I, Bukit Barisan di Medan. Kemudian ia dipindahkan ke Palembang, dan diangkat menjadi Kepala Staf T & T II/Sriwijaya.

Setelahelesai mengikuti kursus Kemiliteran Atase (Milat) pada tahun 1956, kemudian ia dipindah tugaskan di bagian Atase Kemiliteran RI di daerah Bonn Jerman Barat. Setelah menyelesaikan tugasnya, ia lalu pulang ke Indonesia dan ditunjuk sebagai asisten ke IV dari Panglima/Menteri AD (angkatan darat). Mayjen DI Panjaitan tercatat juga sebagai salah satu perwira yang menimba ilmu di AS tentang general staff college dan associated command.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya