Kisah Gatot Subroto Tentara Tiga Zaman yang Menginspirasi

Ahmad Sahroji, Jurnalis
Kamis 05 Oktober 2017 06:42 WIB
Jenderal TNI Gatot Soebroto (Foto: IST)
Share :

Ia ikut serta dalam penumpasan PKI tahun 1948. Ia pula menjadi pioneer pembentukan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI). Watak seorang tentara yang membela keadilan memang terlahir dalam darahnya. Bersifat berani, tegas, bersolidaritas tinggi dan anti akan kesewenang-wenangan menjadi ciri khasnya. 

Dalam kariernya Gatot tercatat pernah menduduki posisi strategis di militer yakni Wakil Kepala Staff Angkatan Darat (1953), Gubernur Militer Daerah Surakarata dan sekitarnya (1945-1950), Panglima Corps. Polisi Militer (1945-1950), Panglima divisi II (1945-1950), Komandan Batalyon, dan Komandan Kompi, Sumpyuh, Banyumas.

Gatot Subroto juga memiliki hubungan dekat dengan Panglima Besar Jendral Soedirman. Soedirman menganggap Gatot sebagai kakak, walaupun pangkat Gatot lebih rendah. 

Setelah Perjanjian Roem-Royen ditandatangani, Pemerintah RI kembali ke Yogyakarta. Tetapi Jenderal Soedirman masih berada di daerah gerilya memimpin anak buahnya dan tidak mau kembali ke Yogya. Hanya surat pribadi Gatot Subrotolah yang berhasil melemahkan pendirian Panglima Besar ini, sehingga pada tanggal 10 Juli 1949 Jenderal Soedirman kembali ke Yogya.

Sejatinya, kehidupan Gatot Subroto banyak menginspirasi. Nama Panglima TNI saat ini Jendral Gatot Nurmantyo disebut-sebut terinspirasi dari nama Jendral Gatot Subroto.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya