Bertambah, Korban Tewas Akibat Hantaman Badai Ophelia di Irlandia Jadi 3 Orang

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis
Selasa 17 Oktober 2017 12:04 WIB
Badai Ophelia menghantam Irlandia. (Foto: Ist/Sindonews)
Share :

DUBLIN - Sisa-sisa Badai Ophelia menghantam Irlandia dengan embusan angin hingga 80 mph pada hari Senin (16/10). Badai itu mengakibatkan tiga orang tewas.

Selain korban tewas, juga diberlakukan pelarangan terbang, penutupan sekolah hingga pemadaman listrik secara luas.

Perdana Menteri Irlandia, Leo Varadkar mendesak warganya untuk tinggal di dalam rumah sampai badai berlalu. Puluhan ribu rumah tanpa listrik dan militer berada dalam kondisi siaga. Kekuatan embusan angin disebut sama seperti 30 tahun lalu dalam sebuah sebuah peristiwa cuaca yang dijuluki "Badai tahun 1987" yang melanda Inggris selatan.

"Ini adalah badai yang sangat berbahaya. Terakhir kali ada badai yang parah ini, 11 nyawa hilang," kata Varadkar, mengacu pada badai Debbie, yang melanda Irlandia pada tahun 1961 seperti dikutip dari France24, Selasa (17/10/2017).

(Baca juga: Astaga... Langit Inggris Raya Berubah Warna saat Badai Ophelia Tiba)

Meskipun Ophelia telah diturunkan menjadi siklon pasca-tropis, Kelompok Koordinasi Darurat Nasional terahadap Cuaca Parah Irlandia memperingatkan bahwa badai masih belum pernah terjadi sebelumnya, dengan kondisi yang mengancam jiwa secara serius.

Layanan cuaca Irlandia, Met Eireann, menggambarkan badai sebagai badai paling kuat yang pernah ada sejauh ini di timur Atlantik.

Peramal memperingatkan puing-puing terbang, seperti genting yang ditiup dari atap. Gelombang besar di sekitar pesisir melemparkan pasir dan batu ke jalan pesisir, pinggir laut dan properti.

Peringatan badai berlaku untuk Irlandia Utara, sebagian Wales dan bagian barat Inggris. Pesawat-pesawat dilarang terbang beberapa lokasi di Kepulauan Inggris.

(Baca juga: Jelang Hantaman Badai Ophelia, Sekolah dan Perguruan Tinggi di Irlandia Diliburkan)

Sebanyak 130 penerbangan dibatalkan di Bandara Dublin, sementara larangan serupa juga berlaku di Bandara Manchester. Beberapa penerbangan ke bandara Inggris juga dialihkan.

Pihak berwenang memperingatkan siapa pun yang memiliki rencana perjalanan untuk menghubungi perusahaan penerbangan mereka.

Di bagian Inggris dan wilayah Brittany di Prancis, langit berubah menjadi warna menakutkan saat angin Ophelia membawa campuran pasir dari Sahara dan partikel-partikel dari kebakaran hutan di Spanyol dan Portugal. Di media sosial, orang-orang memasang foto-foto landmark London dari langit kuning-oranye.

Sebuah kelompok nirlaba yang menyediakan layanan menyelamatkan nyawa di sekitar Kepulauan Inggris memperingatkan orang agar menjauh dari laut dan pantai.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya