Selama konflik itu berjalan, Filipina tidak berjuang sendirian. Bantuan datang tidak hanya dari Australia, tetapi juga Amerika Serikat, China dan Singapura. Mereka secara terbuka memberikan bantuan, termasuk menyediakan pesawat pengawas. Namun Australia tidak ingin keterlibatannya berhenti saat konflik di Marawi berakhir.
“Semua negara harus belajar dari konflik baru-baru ini di Marawi dan pengalaman Filipina,” ujar Menteri Pertahanan Australia, Marise Payne. Ia juga menjelaskan, Filipina-Australia akan mengadakan seminar pasca-konflik Marawi.
Selain seminar, Australia juga akan mengerahkan 80 tentaranya yang berasal dari tim pelatihan untuk ditempatkan di sejumlah markas tentara Filipina. Puluhan tentara Australia bertugas untuk memberikan pelatihan khusus pertempuran perkotaan untuk tentara angkatan darat dan marinir Filipina.
BACA JUGA: Mantap! Menhan Filipina Konfirmasi Kabar Tewasnya Pemimpin Abu Sayyaf dan Maute
BACA JUGA: Hore! Menhan Filipina: Tak Ada Lagi Militan ISIS di Marawi