JAKARTA - Operasi lanjutan terhadap mata kiri penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan ditunda oleh tim dokter di Singapura. Alasannya, pertumbuhan retina mata kiri Novel Baswedan usai kena teror air keras tidak merata.
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menjelaskan, pasca-ditundanya operasi lanjutan tersebut, tim dokter pun melakukan pemeriksaan terhadap Novel Baswedan. Novel diperiksa di bagian retina mata kirinya serta glaukoma.
"Latar belakang dilakukannya kedua pemeriksaan ini berdasarkan rekomendasi dokter adalah untuk menjaga kondisi retina dan sirkulasi cairan di dalam bola mata harus selalu baik," kata Febri, Rabu (25/10/2017).
Mantan aktivis Indonesian Corruption Watch (ICW) tersebut memaparkan, pemeriksaan Glaukoma Novel meliputi pengukuran bola mata. Hal ini dilakukan karena pada pekan lalu, pertumbuhan retina mata kiri Novel tidak merata.
"Hasil pemeriksaan tekanan mata, bagian kanan cukup baik. Sedangkan bagian kiri matanya, tidak dapat dilakukan tes secara spesifik karena tertutup gusi," jelasnya.
Sedangkan terhadap pemeriksaan retina, sambung Febri, tim dokter melakukan scanning terhadap bola mata Novel. Menurut Febri, pemeriksaan ini akan terus dilakukan hingga dilakukan operasi lanjutan terhadap mata kiri Novel.
"Jadwal cek rutin sebelum operasi tahap dua akan dilakukan sesuai arahan dokter," tandasnya.
Sebagaimana diketahui, Hampir enam bulan lebih penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan menjalani perawatan mata di rumah sakit di Singapura. Kedua matanya terluka usai disiram air keras oleh orang tidak dikenal pada April 2017, lalu.
Novel pun sempat menjalani operasi besar di bagian mata kirinya pada bulan lalu. Namun demikian, dokter yang merawat kondisi mata Novel menganjurkan agar penyidik senior lembaga antirasuah tersebut dilakukan operasi kembali.
(Salman Mardira)