JAKARTA - Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur merupakan salah satu tokoh yang diajukan sebagai pahlawan nasional pada tahun 2017. Namun, pemerintah memutuskan untuk tidak menganugerahkan Gus Dur gelar pahlawan nasional tahun ini.
Wakil Ketua Dewan Gelar Jimly Asshiddiqie menuturkan, tidak dianugrahinya Gus Dur sebagai pahlawan nasional bukan lantaran mantan Ketua Umum PBNU itu tidak memiliki kualifikasi. Penyebabnya, ujar Jimly, karena pemerintah lebih memilih pahlawan yang berasal dari abad ke-17 dan abad ke-18.
"Kalau yang masih baru nanti bias kita menilai. Bisa saja generasi yang akan datang menilainya. Bukannya tidak memenuhi syarat dan tidak layak," kata Jimly di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, kemarin.
Ia menjelaskan, bahwa sosok Gus Dur telah memenuhi syarat untuk menjadi pahlawan nasional. Apalagi, pengabdian mantan Presiden keempat Indonesia tersebut sangat luar biasa.
"Mereka (pahlawan nasional) lebih dari sekedar bintang putera. Jadi pengabdiannya sangat luar biasa untuk bangsa dan negara," jelasnya.
Ketua Dewan Gelar yang juga Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengungkapkan, bahwa pada tahun ini akan ada tiga orang yang akan diberi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ketiga pahlawan nasional itu juga berasal dari luar Jawa.