Ia pun mengungkap alasannya berminat menjadi orangtua asuh harimau. Ia mengaku merupakan pecinta satwa. Hal itu merupakan 'turunan' dari keluarganya yang sama-sama pecinta satwa. "Saya sendiri suka banget sama harimau dari dulu," kata Alshad.
Program orangtua asuh sendiri hanya berjalan sekira setahun. Setelah setahun, status sebagai orangtua asuh akan terlepas dan kewajibannya memenuhi kebutuhan pakan juga akan dibebaskan.
Sementara saat ini, mahasiswa Universitas Padjadjaran jurusan akuntansi itu hampir setiap hari datang ke KBB untuk bertemu Eshan. Ia selalu bercengkrama dengan sang harimau.
Karena merupakan hewan buas, menurutnya perlu intensitas tinggi untuk berinteraksi dengannya. Sehingga, Eshan akan menjadi lebih jinak.
Meski begitu, ia seringkali menjadi korban dari anak asuhnya tersebut. Banyak bagian tubuhnya yang sering dicakar atau digigit. Tapi, semuanya masih dalam batas wajar dan tidak berakibat buruk.