JAKARTA - Pagi itu, Umar Patek tampak gagah dengan balutan kemeja dan celana berwarna putih. Tangannya yang dibalut sarung tangan berwarna senada ia angkat mendekat ke dahi. Dalam gerakan hormat itu, sarung tangannya terlihat kontras dengan peci hitam yang menutupi rambut merahnya.
Upacara bendera dalam peringatan hari jadi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Senin 30 Oktober 2017 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Porong, Jawa Timur itu menjadi kali kelima Umar turut dalam pasukan pengibar Sang Saka.
"Umar Patek sudah lima kali menjadi pengibar bendera," kata Kepala Lapas Porong Riyanto melalui keterangan tertulisnya.
Riyanto menuturkan, sejak menjalani masa hukuman sebagai terpidana kasus terorisme pada 2014 lalu, pria bernama lain Hisyam bin Ali Zein itu mengalami banyak perubahan perilaku dan pemikiran.
Bahkan, terhitung dalam kurun waktu 2015 hingga 2017, Umar selalu terlibat sebagai pasukan pengibar bendera merah putih. Beberapa hari besar seperti Hari Kebangkitan Nasional, Hari Pancasila, hingga HUT Kemerdekaan RI ia lewati dengan prosesi sebagai pengibar bendera sakti.
Menurut Riyanto, Umar selalu antusias kala mendapat kesempatan mengibarkan merah putih. Bahkan, pada upacara kali ini, Umar terlihat amat emosional hingga meneteskan air mata setiap kali mengucap aba-aba siap.