Pasca Tangkis Rudal Houthi, Koalisi Saudi: Ada Peningkatan Serangan Berbahaya dalam Perang Yaman

Antara, Jurnalis
Senin 06 November 2017 12:59 WIB
Foto: Reuters
Share :

RIYADH - Koalisi gabungan pimpinan Arab Saudi menuduh milisi Houthi Yaman melakukan "peningkatan serangan berbahaya" setelah pasukan udara Saudi mencegat peluru kendali balistik yang ditembakkan menuju Riyadh.

BACA JUGA: Targetkan Riyadh, Rudal Balistik dari Yaman Ditembak Jatuh Arab Saudi

Arab Saudi juga mengumumkan pemberian penghargaan berupa uang kepada pemberi informasi terkait upaya penangkapan 40 pemimpin yang bertanggung jawab atas "perencanaan, pelaksanaaan dan pendukung berbagai kegiatan teroris kelompok Houthi ".

Hadiah tersebut mencapai USD30 juta bagi pemberi informasi keberadaan pemimpin kelompok bersenjata tersebut, Abdel Malek al-Houthi, menurut laporan kantor berita negara itu.

Peluru kendali tersebut berhasil dicegat pada Sabtu malam, 4 November di dekat Bandar Udara Internasional King Khalid, sebelah utara ibu kota dan tidak menimbulkan korban jiwa.

"Peningkatan serangan berbahaya dari gerakan Houthi terjadi karena adanya dukungan Iran," kata juru bicara sekutu Kolonel Turki al-Maliki dalam pertemuan pers yang disiarkan televisi setempat. Kendaraan berpeluncur roket yang digunakan untuk menembakkan peluru kendali itu dibuat di Iran, tambahnya.

Arab Saudi dan sekutu-sekutunya menuduh musuh bebuyutan mereka, Iran, memasok peluru kendali dan senjata lainnya kepada Houthi, dengan mengatakan bahwa senjata tersebut tidak ditemukan di Yaman sebelum perang dimulai pada 2015. Iran membantah tuduhan tersebut dan menyalahkan perang terjadi akibat Riyadh.

Perang sipil Yaman melibatkan pemerintah yang diakui secara internasional, dengan dukungan Arab Saudi dan sekutunya, melawan gerakan Houthi dan pasukan yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh.

Perang tersebut telah menewaskan lebih dari 10.000 orang dan mengakibatkan jutaan orang mengungsi, dan menyebabkan sekitar 500.000 penderita kolera di negara tersebut sejak wabah terburuk dalam beberapa dasawarsa itu dimulai pada April.

Pernyataan sekutu pimpinan Arab Saudi pada Minggu, 5 November menggemakan tuduhan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang mengatakan bahwa peluru kendali tersebut baru saja ditembakkan oleh Iran terhadap Arab Saudi. Kepala Korps Garda Revolusioner Iran menyebut keterangan Trump tersebut sebagai fitnah.

BACA JUGA: Ditembak Rudal Balistik dari Yaman, Arab Saudi Salahkan Iran dan Ancam Umumkan Perang

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan pada Minggu bahwa peluncuran peluru kendali oleh pemberontak Houthi menunjukkan adanya peningkatan bahaya di seluruh wilayah kawasan.

Arab Saudi telah mengisyaratkan niatnya untuk membeli sistem pertahanan udara terpisah dari Amerika Serikat dan Rusia.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya