DUBAI - Persekutuan militer pimpinan Saudi sementara menutup semua jalur udara, darat dan laut ke Yaman. Langkah ini dimaksudkan untuk menghentikan aliran senjata ke pemberontak Houthi dari Iran.
Kantor berita milik arab Saudi, SPA, menyiarkan, langkah ini diambil menyusul pencegatan peluru kendali, yang ditembakkan Yaman ke Riyadh pada Sabtu. Aksi Yaman itu sendiri kemungkinan memperburuk bencana kemanusiaan Yaman, yang mendorong sekira 7 juta orang menuju ambang kelaparan dan menyebabkan lebih dari setengah juta orang terjangkit kolera, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa.
"Komando Pasukan Sekutu memutuskan menutup sementara semua jalur udara, laut dan darat Yaman," kata pernyataan SPA, dengan menambahkan bahwa pekerja bantuan dan pasokan kemanusiaan tetap dapat masuk dan keluar dari Yaman.
BACA JUGA: Ditembak Rudal Balistik dari Yaman, Arab Saudi Salahkan Iran dan Ancam Umumkan Perang
BACA JUGA: Iran Tolak Tuduhan Arab Saudi atas Keterkaitannya dengan Tembakan Rudal Balistik dari Yaman
PBB dan badan bantuan asing berulang kali mengecam sekutu itu karena menghalangi arus bantuan, terutama ke utara, yang dikuasai pemberontak Houthi dukungan Iran, yang bertempur melawan persekutuan pimpinan Arab Saudi.
Arab Saudi dan sekutunya di Teluk Arab memperjelas bahwa mereka memandang Iran bertanggung jawab atas konflik Yaman, di mana lebih dari 10 ribu orang telah tewas dalam dua tahun terakhir.
BACA JUGA: Pasca Tangkis Rudal Houthi, Koalisi Saudi: Ada Peningkatan Serangan Berbahaya dalam Perang Yaman
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengatakan di akun Twitter-nya pada Senin bahwa negaranya memiliki hak untuk menanggapi apa yang dia sebut "tindakan bermusuhan" Iran. Menteri Luar Negeri Bahrain Sheikh Khaled bin Ahmed al-Khalifa juga mencuitkan bahwa Iran adalah bahaya nyata bagi wilayah tersebut.
Pada Minggu, persekutuan tersebut menuduh Houthi berbahaya karena didukung Iran setelah pertahanan udara Arab Saudi mencegat peluru kendali balistik, yang menuju Riyadh. Peluru kendali itu dijatuhkan di dekat bandar udara Riyadh tanpa menimbulkan korban jiwa.
(Rifa Nadia Nurfuadah)