RIYADH – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan mendukung langkah Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman yang menangkap sejumlah pangeran, keluarga kerajaan, menteri dan pengusaha Arab Saudi dalam sebuah pembersihan antikorupsi. Dukungan tersebut memperkokoh hubungan antara Arab Saudi dengan AS yang semakin meningkat di masa pemerintahan Trump.
BACA JUGA: 11 Pangeran Saudi Tertangkap Operasi Antikorupsi, Jaksa Agung: Ini Baru Tahap Pertama!
“Saya memiliki kepercayaan yang besar pada Raja Salman dan Putra Mahkota Arab Saudi, mereka tahu dengan pasti apa yang mereka lakukan...” cuit Trump dalam akun Twitternya sebagaimana dikutip Middle East Monitor, Selasa (7/11/2017).
Trump juga menambahkan bahwa beberapa dari tersangka yang ditahan telah “memerah” Arab Saudi selama bertahun-tahun.
Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi Antikorupsi Arab Saudi yang baru dibentuk telah menahan 11 pangeran dan puluhan orang lainnya, termasuk salah satu orang terkaya di dunia, Pangeran Alwaleed bin Talal dalam sebuah penangkapan massal pada Minggu, 5 November. Komisi Antikorupsi yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman itu juga dikabarkan tengah menyelidiki beberapa kasus lain yang juga ditenggarai terjadi tindak korupsi.
“Pembersihan” ini merupakan langkah terbaru dari serangkaian kebijakan dramatis dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang telah dipandang sebagai pendorong utama dalam pembuatan kebijakan di Arab Saudi. Pria berusia 32 tahun itu dinilai tengah berusaha menyingkirkan lawan-lawan politiknya dan menjadikan dirinya sebagai pewaris mutlak dari Dinasti Saud.
"Dia berusaha untuk menyegarkan kembali kepercayaan publik terhadap Kerajaan Saudi dengan melakukan diversifikasi ekonomi, melonggarkan pembatasan agama, dan melaksanakan reformasi sosial yang luas," kata seorang pejabat pemerintah AS yang tak disebut namanya.
Dengan penangkapan tersebut, Mohammed bin Salman dianggap telah menepati janjinya yang akan membuat posisinya sebagai seorang calon penerus takhta menjadi semakin kuat di masa mendatang.
(Rahman Asmardika)