KUPANG - Koalisi Partai Golkar dengan Nasdem yang mengusung dua kader terbaik sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jacky Uly-Melki Lakalena dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2018-2023 akhirnya pecah.
Golkar memilih 'menceraikan' Nasdem dan membangun koalisi baru dengan pasangan barunya. Keputusan tersebut juga sudah mendapat restu dari DPP Golkar yang dipimpin Setya Novanto selaku Ketua Umum.
"Keputusan berpisah itu dimbil dslam rapat DPP Golkar yang langsung dipimpin Ketua Setya Novanto yang dihadiri Sekjen Idrus Marham, Ketua Korbid Indonesia ll Ahmad Hidayat Mus, Bendum Robert Kardinal dan tim pilkada pusat," kata Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur Melki Lakalena di Kupang, Jumat (10/11/2017).
Beberapa poin putusan rapat DPP itu termasuk berpisah dengan Nasdem. Keputusan diambil setelah melewati kajian partai berlambang pohon beringin.
Dinamika politik yang terjadi pasca-penetapan pasangan Jaky-Melki beberapa waktu lalu, Golkar terus memantau perkembangan duet pasangan ini. Dalam melihat dinamika itulah, Golkar mendapatkan kesimpulan untuk memastikan berpisah dengan Nasdem.
Golkar memilih untuk menetapkan kadernya Ketua DPD Partai Golkar NTT Melki Lakalena sebagai bakal calon gubernur.
"Itulah keputusannya dan karenanya sebagai kader saya siap melaksanakan keputusan itu. Sebagai kader keputusan adalah amanah yang wajib dilaksanakan," kata Melki.