KULONPROGO - Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro (Patra Padi) menggelar Gebyar Semaken, untuk memperingati 232 tahun kelahiran Pangeran Diponegoro. Sebagai bentuk mengenang jasa salah satu pahlawan nasional ini.
Kegiatan Samaken sendiri dimulai sejak Kamis (9/11) dan akan berlangsung sampai dengan sbatu (11/11/2017), bersamaan dengan rangkaian peringatan Hari Pahlawan. “Besok sabtu itu tepat 232 tahun kelahiran Pangeran Diponegoro,” jelas Roni Sodewo, yang merupakan Ketua Patra Padi, Jumat (10/11/2017).
Pangeran Diponegoro lahir pada tanggal 11 November 1875. Kegiatan ini sendiri untuk mengenang jasa beliau, mengingatkan masyarakat Kulonprogo bahwa perjuangan beliau juga ada di Kulonprogo, tepatnya pada tahun 1826-1828.
Gebyar Semaken, kata dia, diharapkan mampu membangkitkan semangat patriotisme dan nasionalisme. Sekaligus mempererat tali silaturhami para trah Pangeran Diponegoro. Dalam acara yang dipusatkan di Pendopo Semaken di Banjararum, Kalibawang ini, tidak hanya menampilkan simbol perjuangan berupa benda-benda peninggalan. Tetapi juga banyak tradisi yang dilanggengkan, seperti kirab budaya, wayang kulit dan jatilan, hataman Al-Quran dan Tabliqh akbar.
“Biasanya digelar di Tegalrejo, Yogyakarta (tempat kelahiran Pangeran Diponegoro,red),”terangnya.