Bahas Suriah, Putin Akan Bertemu dengan Pemimpin Turki dan Iran di Rusia

Djanti Virantika, Jurnalis
Jum'at 17 November 2017 01:01 WIB
Presiden Iran, Hassan Rouhani; Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan; dan Presiden Rusia, Vladimir Putin saat bertemu di Baku. (Foto: Press TV)
Share :

MOSKOW – Pemerintah Rusia, Turki, dan Iran akan mengadakan pertemuan untuk membahas Suriah. Pertemuan trilateral itu akan diadakan di Kota Sochi, Rusia, pada 22 November 2017.

“Ketiga pemimpin negara akan membicarakan proses perdamaian Suriah. Agendanya adalah Suriah,” ujar juru bicara Pemerintah Rusia, Dmitry Peskov, sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (17/11/2017).

Pertemuan yang akan diadakan pekan depan itu akan dihadiri oleh para pemimpin negara, yakni Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan; Presiden Rusia, Vladimir Putin; dan Presiden Iran, Hassan Rouhani. Menurut pihak Presiden Turki, mereka akan membahas perkembangan terakhir di Suriah serta situasi regional.

BACA JUGA: Mantap! Turki-Rusia Cetuskan Solusi Akhiri Perang Suriah, Ini Ide Mereka

Turki, Rusia, dan Iran merupakan penjamin negara-negara mensponsori gencatan senjata di Suriah. Upaya menghentikan konflik di Suriah memang terus dilakukan. Sebelumnya, melalui Perundingan Astana, pemimpinan dari berbagai negara sepakat untuk menemukan solusi politik untuk konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun itu. Perundingan ini didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Erdogan dan Putin sendiri telah beberapa kali melakukan dialog bersama untuk menemukan jalan keluar mengakhiri konflik di Suriah. Pertemuan mereka pada 22 November nanti merupakan yang keenam kalinya yang dilakukan pada tahun ini.

BACA JUGA: Turki dan Rusia Siapkan Dua Resolusi Konflik di Suriah

Dalam pertemuan yang digelar pada September, Putin dan Erdogan sepakat menciptakan ‘kondisi’ untuk mengakhiri perang Suriah. Kondisi itu dinamakan ‘zona deeskalasi’. Lewat zona ini, secara de facto mereka ingin menciptakan kondisi yang diperlukan untuk mengakhiri perang saudara di Suriah. Hal ini dilakukan guna membuat warga Suriah kembali ke kehidupan normal.

Zona ini tidak hanya penting untuk warga Suriah serta Timur Tengah, tetapi juga untuk masyarakat dunia. Sebab, Putin kondisi ini dapat menciptakan lingkungan yang aman dan tenteram.

BACA JUGA: Pertemuan Menlu Turki, Iran dan Rusia Hasilkan Kesepakatan Soal Aleppo

Zona ini akan memonitor kesepakatan gencatan senjata di Suriah. Jika dalam waktu enam bulan usai kesepakatan di tiap zona sudah efektif, tentara Rusia, Iran, dan Turki akan berada di lokasi tersebut untuk memastikan gencatan senjata tetap berjalan. Wacana pembuatan zona deeskalasi ini telah diperbincangkan oleh Iran, Turki, dan Rusia sejak Mei 2017 di Astana, Kazakhstan. (DJI)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya