JAKARTA - Kemenangan pasukan oposisi menandakan berakhirnya penggunaan bendera rezim Bashar al-Assad dan mengembalikan simbol perjuangan yang dulu ada. Setelah 14 tahun, Gerakan Musim Semi Arab memicu rangkaian peristiwa besar di Timur Tengah, yang akhirnya membuat pasukan oposisi Suriah berhasil merebut Damaskus dan menggulingkan rezim Partai Baath yang telah berkuasa lebih dari setengah abad.
Dengan perubahan rezim, Suriah kembali mengibarkan Bendera Revolusioner, yang menandai babak baru setelah puluhan tahun di bawah penindasan keluarga Assad. "Bendera Kemerdekaan" atau "Bendera Revolusioner" diangkat sebagai bendera resmi Suriah pasca kemenangan pasukan oposisi, menandakan sebuah momen penting dalam sejarah negara tersebut.
Bendera era pra-Baath juga dikibarkan di luar Suriah, termasuk di konsulat Suriah di Istanbul dan kedutaan besar di Moskow, Belgrade, dan Tunisia. Dulu menjadi simbol perlawanan selama Perang Saudara Suriah, kini Bendera Revolusioner menandakan kebangkitan kemerdekaan Suriah.
Melansir TRT World, pada 17 April 1946, setelah memperoleh kemerdekaan dari penjajahan Prancis, Suriah mengadopsi Bendera Revolusioner untuk pertama kalinya. Bendera tersebut menjadi simbol otonomi negara serta harapan akan persatuan, kedamaian, dan kemakmuran. Namun, pada tahun 1958, bendera ini digantikan saat Suriah bergabung dengan Republik Arab Bersatu (UAR) bersama Mesir dan mulai menggunakan bendera UAR.
Setelah hanya tiga tahun, UAR runtuh dan Suriah sempat kembali mengibarkan bendera kemerdekaannya sebelum akhirnya mengadopsi desain baru pada tahun 1980 di bawah rezim Assad. Bendera baru ini, tetap mempertahankan warna merah, putih, dan hitam, yang menjadi simbol dari Partai Baath dan Republik Arab Suriah di bawah kekuasaan keluarga Assad.
Pada awal Perang Saudara Suriah yang dimulai tahun 2011, kelompok oposisi mengibarkan kembali Bendera Revolusioner sebagai simbol perlawanan terhadap rezim Assad, melambangkan harapan akan demokrasi dan berakhirnya tirani. Bendera ini segera menjadi simbol revolusi dan perjuangan untuk kebebasan di Suriah.
Setiap elemen pada bendera memiliki makna yang mendalam. Garis hijau merepresentasikan akar pertanian Suriah serta optimisme pada masa awal kemerdekaannya. Garis putih melambangkan perdamaian dan harapan untuk terciptanya Suriah yang bersatu dan sejahtera. Sementara itu, garis hitam menggambarkan penderitaan dan perjuangan yang dialami rakyat Suriah sepanjang sejarah. Tiga bintang merah pada bendera tersebut merepresentasikan tiga wilayah bersejarah, yaitu Damaskus, Aleppo, dan Deir Ezzor, sekaligus mencerminkan perjuangan kolektif wilayah-wilayah tersebut demi kebebasan dan martabat.