MASYARAKAT Amerika Serikat (AS) dikejutkan dengan pembunuhan presidennya, John Fitzgerald Kennedy. Presiden AS ke-35 itu dibunuh ketika melakukan perjalanan ke Dallas, Texas, menggunakan mobil beratap terbuka setelah ditembak oleh seorang pria bernama Lee Harvey Oswald pada 22 November 1963.
Pelaku kala itu diketahui melepaskan 3 tembakan dari jendela di sebuah bangunan tinggi di dekat jalan yang dilintasi Kennedy. Presiden yang belum lama menduduki jabatannya itu dinyatakan tewas saat tiba di sebuah rumah sakit di Dallas. Kennedy tercatat dalam sejarah sebagai Presiden Negeri Adidaya keempat yang tewas terbunuh.
Seorang pengamat bernama Abraham Zapruder secara kebetulan telah mengabadikan proses penembakan Kennedy menggunakan kamera film. Film Zapruder tersebut memberikan visual grafis tentang kematian Kennedy dan kemudian dijadikan bahan analisis secara ekstensif untuk membuktikan adanya konspirasi potensial.
Setelah beberapa dekade berlalu, beberapa ilmuwan, penyidik dan detektif amatir terus bersikeras bahwa kematian Kennedy adalah kudeta yang dilakukan oleh garis keras anti-komunis AS. Kelompok anti-komunis ini takut Kennedy akan menarik penasihat AS keluar dari Vietnam dan bersikap "lunak" terhadap komunis termasuk Uni Soviet.
Teori konspirasi lainnya menyebut, pembunuhan Kennedy merupakan kejahatan terorganisasi dan terkoordinasi yang melibatkan agen-agen terkemuka di AS. Bahkan, sebuah film yang diadaptasi dari kematian Kennedy buatan sutradara Oliver Stone pada 1991 mengisahkan sang Presiden dibunuh oleh Pentagon (Kementerian Pertahanan) serta agen intelijen, CIA.