Emmerson 'Buaya' Mnangagwa, Calon Presiden Zimbabwe yang Kontroversial

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Rabu 22 November 2017 14:00 WIB
Emmerson Mnangagwa. (Foto: AFP/Getty Images)
Share :

Jalinan Kongo

Mnangagwa dilahirkan di kawasan Zvishavane dari kelompok sub-etnik Karanga, yang merupakan bagian terbesar dari komunitas Shona.

Sebagian dari kelompok Karanga berpendapat inilah saatnya mereka berkuasa setelah didominasi selama 37 tahun oleh Mugabe yang berasal dari kelompok etnik Zezuru.

Berdasarkan laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2001, Mnangagwa dipandang sebagai "perancang aktivitas komersial dari Zanu-PF". Aktivitas yang dimaksud sebagian besar terkait dengan proyek militer Zimbabwe di Republik Demokratik Kongo.

Dalam konflik Republik Demokratik Kongo, pasukan Zimbabwe mengintervensi dan memihak kubu pemerintah. Selama periode itu, militer Zimbabwe dituduh memanfaatkan konflik untuk menjarah sumber daya alam, termasuk berlian, emas, dan bahan mineral lainnya.

Meski perannya besar dalam kegiatan pengumpulan dana, Mnangagwa tidak begitu disukai oleh para kader Partai Zanu-PF. Salah seorang veteran perang kemerdekaan Zimbabwe yang pernah bekerja sama dengan Mnangagwa selama bertahun-tahun, mengatakan: "Dia adalah pria yang sangat keji, sangat keji."

Seorang pejabat Partai Zanu-PF melontarkan pertanyaan retorika ketika ditanya soal prospek Mnangagwa memimpin Zimbabwe. "Anda pikir Mugabe buruk, namun pernahkah Anda berpikir bahwa siapapun yang menggantikannya bisa jadi lebih buruk?"

Blessing Chebundo, kandidat dari kubu oposisi yang mengalahkan Mnangagwa dalam pemilihan umum legislatif 2000, sepakat bahwa pesaingnya bukanlah sosok penjunjung perdamaian. Chebundo hampir tewas ketika barisan pemuda Partai Zanu-PF menculiknya dan menyiramnya dengan bensin. Dia luput dari kematian karena para pemuda itu gagal menyalakan korek api.

Reputasi menyeramkan Mnangagwa tercipta pada masa perang sipil yang meletup gara-gara pertikaian antara kubu Partai Zanu pimpinan Mugabe dan Partai Zapu pimpinan Joshua Nkomo. Sebagai Menteri Keamanan Nasional, Mnangagwa mengepalai Organisasi Pusat Intelijen (CIO) yang bekerja sama dengan militer untuk menekan Zapu.

Ribuan warga sipil, sebagian besar kelompok etnik Ndebele yang dipandang sebagai pendukung Zapu, tewas dibunuh. Ada pula cerita tentang penduduk desa yang ditodong, dipaksa berjoget, dan meneriakkan yel-yel pro-Mugabe di samping kuburan basah keluarga mereka.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya