Emmerson 'Buaya' Mnangagwa, Calon Presiden Zimbabwe yang Kontroversial

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Rabu 22 November 2017 14:00 WIB
Emmerson Mnangagwa. (Foto: AFP/Getty Images)
Share :

Konflik itu berakhir melalui Kesepakatan Persatuan 1987 dan kedua partai berkoalisi dengan nama Zanu-PF.

Bagaimanapun luka perang sipil masih menyakitkan bagi sebagian masyarakat dan pejabat partai. Penduduk di kawasan Matabeleland, misalnya, enggan mendukung Mnangagwa sebagai presiden.

Dilatih di China

Mnangagwa punya banyak teman di kalangan veteran perang yang pada tahun 2000 lalu memimpin aksi kekerasan terhadap petani kulit putih dan oposisi. Kalangan tersebut memandang Mnangagwa sebagai salah satu tokoh pemimpin perang kemerdekaan pada 1970-an. Predikat itu tambah mentereng mengingat Mnangagwa pernah mendapat pelatihan militer di China. Dia dididik di Sekolah Ideologi Beijing yang dikelola Partai Komunis China.

Pada masa itu, China memang menjadi sekutu penting Mugabe. Bahkan, China juga yang menyediakan senjata dan pelatihan untuk gerilyawan Zimbabwe.

Catatan biografi resmi Mnangagwa menyebut dia merupakan korban kekerasan negara setelah ditahan pemerintah Rhodesia yang terdiri dari kelompok minoritas kulit putih pada 1965. Penahanan itu dilakukan lantaran 'gerombolan buaya' pimpinannya meledakkan kereta dekat Fort Victoria (kini Masvingo).

"Dia disiksa yang mengakibatkan kehilangan pendengaran di salah satu telinga," sebut biografi itu.

"Teknik penyiksaan yang dilakukan antara lain menggantung kakinya di langit-langit dengan posisi kepala di bawah. Kerasnya penyiksaan ini membuat dia tidak sadar selama berhari-hari."

Karena dia berusia di bawah 21 tahun ketika itu, dia tidak dieksekusi mati tapi dihukum penjara selama 10 tahun.

"Dia punya luka akibat masa itu. Dia muda dan berani. Mungkin itu yang menyebabkan dia tidak peduli. Hal-hal keji terjadi padanya ketika dia masih muda," ujar seorang teman dekat Mnangagwa, yang menolak namanya disebutkan.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya