TOP NEWS: Perjalanan Kasus Korupsi Pengadaan Helikopter AW-101

Fahmy Fotaleno, Jurnalis
Selasa 28 November 2017 07:30 WIB
Ilustrasi (Dok. Okezone)
Share :

JAKARTA - Agusta Westland (AW101) adalah helikopter menengah yang digunakan dalam militer dan sipil. Helikopter ini dikembangkan secara joint venture antara Westland Helicopters di Inggris dan Agusta di Italy dan dinamakan EH101 sampai 2007. Pembuatan helikopter ini berada pada pabrik di Yeovil, England dan Vergiate, Italy.

Helikopter ini menggantikan banyak helikopter tua seperti Sikorsky S-61 pada role ukuran medium transport dan persenjataan anti kapal selam.

Saat ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengusut kasus dugaan korupsi proyek pengadaan helikopter AW-101 tahun anggaran 2016-2017 yang terindikasi korupsi dengan poten si kerugian negara sekitar Rp 220 miliar.

Dan sejak awal, Presiden Joko Widodo menolak rencana pembelian helikopter tersebut karena harganya yang dinilai terlalu mahal. Namun pada kenyataannya, heli tersebut tetap dibeli.

Yang menarik perhatian kasus ini adalah terlibatnya nama mantan atau eks Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna.

Berikut perjalanan pengadaan helikopter AW-101 yang dihimpun Okezone:

24 November 2015

KSAU Marsekal TNI Agus Supriatna mengungkapkan rencana pembelian tiga helikopter AW-101 untuk “Very Very Important Person” (VVIP) yang di antaranya akan digunakan oleh Presiden.

Agus Supriatna mengatakan, rencana pembelian helikopter AW 101 yang canggih dan modern itu murni merupakan hasil kajian dari Skuadron Udara VVIP, yang kemudian, dikaji di Mabes TNI.

Intinya bahwa pembelian helikopter VVIP yang diperuntukkan bagi Presiden, Wakil Presiden, pejabat tinggi negara dan tamu negara itu lebih mengutamakan safety (keamanan) dan kenyamanannya.

30 November 2015

Komisi I DPR RI menyarankan agar TNI-AU memilih Helikopter Cougar 725 (Super Puma EC725) buatan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) agar lebih murah.

Helikopter ini dipesan TNI ke Airbus Helicopters yang bermarkas di Prancis dan barulah kemudian dirakit PTDI di Bandung. Tidak hanya merakit, beberapa bagiannya seperti badan dan ekor pesawat diproduksi secara mandiri oleh PTDI.

Sama seperti helikopter AugustaWestland AW101, Eurocapter EC725 Caracal adalah helikopter tempur yang digunakan di Lebanon, Chad, hingga Afghanistan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya