Presiden Baru Zimbabwe Tawarkan Amnesti Guna Kembalikan Dana Negara

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis
Rabu 29 November 2017 04:10 WIB
Presiden Zimbabwe, Emmerson Mnangagwa. (Foto: Reuters)
Share :

HARARE - Presiden baru Zimbabwe, Emmerson Mnangagwa mengumumkan pemberian amnesti atau pengampunan terhadap pengembalian dana yang secara ilegal disimpan di luar negeri. Program amnesti ini rencananya akan berlangsung selama 3 bulan lamanya baik itu ditujukan untuk individu perorangan atau perusahaan.

Pemerintah Zimbabwe memastikan akan menangkap dan mengadili mereka yang tak mengikuti program amnesti tersebut. Kebijakan ini diketahui merupakan bagian dari program pemberantasan korupsi yang dicanangkan Presiden Mnangagwa. Mnangagwa bersumpah untuk memberantas praktek korupsi yang telah menjadi endemik di bawah pemerintahan Mantan Presiden Robert Mugabe yang berlangsung selama 37 tahun.

BACA JUGA: Di Hadapan 10 Ribu Orang, Emmerson Mnangagwa Bacakan Sumpah sebagai Presiden Zimbabwe

"Mereka yang menyimpan dana di luar negeri didorong untuk memanfaatkan moratorium tiga bulan ini untuk mengembalikan dan dan aset tersebut. Hal ini harus dilakukan untuk menghindari rasa sakit dan kebencian," ujar Mnangagwa sebagaimana dikutip dari Reuters, Rabu (29/11/2017).

Sang Presiden baru Zimbabwe menghadapi banyak tekanan terutama terkait masalah ekonomi negara yang bobrok. Di hadapan Kepala Kementerian Zimbabwe, Mnangagwa menyatakan, bahwa ia akan menyusun sebuah pemerintahan "lebih ramping" dengan menggabungkan beberapa departemen guna meningkatkan efisiensi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya