Perkembangan ini diperkirakan juga akan menambah rumit kondisi politik Timur Tengah yang selama ini bersumber utama dari konflik Israel dan Palestina.
"Namanya politik tentu berpengaruh, setidaknya pelaksanaanya tentu tidak langsung," tukas JK.
BACA JUGA: JK: Indonesia Menentang Rencana Pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem
Sebagaimana diketahui, Pemerintah AS telah mengumumkan untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Langkah itu dinilai tidak saja membahayakan proses perdamaian tetapi juga perdamaian dan stabilitas terutama di kawasan Timur Tengah.
Negeri Paman Sam sebelumnya selalu mempertahankan status quo dari Yerusalem dan berkeras bahwa status Yerusalem harus ditentukan melalui dialog, bukan pengakuan sepihak. Akan tetapi, sikap tersebut dilanggar secara sepihak lewat pengakuan terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
(Wikanto Arungbudoyo)