Image

BDF X Resmi Ditutup, Ini Hasilnya

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 04:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 08 18 1827091 bdf-x-resmi-ditutup-ini-hasilnya-CYm9eXq7eo.jpg Para delegasi Bali Democracy Forum X. (Foto: Portal Kemlu RI/Twitter)

BANTEN - Perhelatan hari pertama Bali Democracy Forum ke-10 (BDF X) di Indonesia Convention Exhibition, Tangerang Selatan, Banten pada 7 Desember secara resmi ditutup oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI, A.M Fachir. Seperti forum-forum sebelumnya, BDF X juga menghasilkan sebuah pernyataan sebagai kesimpulan dari pembahasan yang dilakukan selama perhelatan berlangsung.

Dalam Chair Statement, Wamenlu Fachir mencatat beberapa poin penting yang perlu digarisbawahi dari panel tingkat menteri dan sesi debat umum yang telah berlangsung.

BACA JUGA: Puji BDF X, Ini Pesan Presiden Nauru untuk Demokrasi

Poin-poin tersebut meliputi prasyarat dasar demokrasi yaitu pembagian kekuasaan, pemilihan umum (pemilu) dan masyarakat sipil yang aktif; tantangan demokrasi masa kini seperti terorisme dan populisme serta kerjasama instensif yang diperlukan untuk menangkalnya; pentingnya home-grown democracy, konsensus nasional serta kondisi eksternal yang kondusif untuk mengembangkan demokrasi; inclusiveness sebagai kunci terciptanya kerukunan sosial dan partisipasi; faktor keamanan, kesetaraan, dan keadilan sosial yang menentukan kemajuan demokrasi; kemajuan ekonomi sebagai hasil dari demokrasi; demokrasi sebagai proses yang membutuhkan komitmen dan persatuan masyarakat; serta upaya ASEAN sebagai organisasi regional untuk memperkuat demokrasinya.

BACA JUGA: Sepuluh Tahun Penyelenggaraan, Ini yang Baru dalam BDF X

Pada sesi penutupan, peserta forum mendengarkan laporan dari perwakilan Bali Civil Society and Media Forum, Endy Bayuni dan perwakilan dari Bali Democracy Student Conference, Maryna Kyrylchuk. Dua kegiatan ini digelar sebagai acara yang berjalan paralel dengan BDF X.

Dalam perhelatan ini, sejumlah negara juga menyampaikan kecamannya terkait keputusan Amerika Serikat (AS) untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem yang baru saja diumumkan. Keputusan yang berarti pengakuan AS terhadap status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel itu dianggap bertentangan dengan keputusan Dewan Keamanan PBB.

Rangkaian acara BDF X masih akan berlanjut pada Jumat 8 Desember. Para delegasi akan melakukan site visit ke Festival Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) di Bandung dengan menggunakan kereta api.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini