GP Ansor Kecam Pernyataan AS soal Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

, Jurnalis
Jum'at 08 Desember 2017 17:33 WIB
Share :

Tindakan ini, ungkap Mahmud, juga akan mengakibatkan meningkatnya sentimen keagamaan masyarakat dunia dalam memandang konflik antara Palestina dan Israel. Keterlibatan Amerika dalam konflik Palestina dan Israel dapat meningkatkan radikalisme di Negara-negara muslim termasuk Indonesia, akan ada banyak gerakan-gerakan anti barat, anti Amerika yang dapat menjadi celah penyebaran kebencian terhadap Agama lain,

"Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) yang setia dengan amanat Undang-undang Dasar 1945 akan tetap konsiten dalam mendorong upaya perdamaian Dunia dan menolak segala bentuk penjajahan yang ada di atas Dunia," lanjut Mahmud.

GP Ansor pun mengecam pernyataan tersebut dan meminta Donald Trump membatalkan pernyataannya yang mengakui Yerussalem sebagai ibukota Israel. Karena, lanjut Mahmud, Langkah Donald Trump terhadap yerusalem akan membangkitkan kemarahan umat islam dunia.

GP Ansor juga Mendesak pemerintah Republik Indonesia untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan mendorong pemerintah Indonesia untuk melakukan Diplomasi yang lebih serius dalam mencegah Israel melanggar perjanjian perdamaian.

"Kami menyerukan kepada Masyarakat Indonesia khususnya umat Islam tidak terpancing oleh provokasi yang mengatasnamakan agama terkait konflik di Palestina. GP Ansor menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mendo’akan agar konflik yang terjadi di kawasan timur tengah segerah berakhir," pungkas Mahmud.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya