JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI sudah sudah sebulan tidak mengunggah video-video rapat yang dilakukan Anies Baswedan-Sandiaga Uno ke channel YouTube Pemprov DKI. Terakhir, channel Pemprov DKI mengunggah video rapat berjudul, ” 23 Okt 2017 RAPIM PART 5 Arahan Gubernur & Wakil Gubernur pada Seluruh SKPD/UKPD”.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno mengatakan pihaknya tak pernah menutup ruang sedikit pun bagi warga yang ingin melihat hasil rapat jajaran Pemprov DKI Jakarta. Kata dia, masyarakat bisa meminta video itu ke Dinas Komunikasi, Informasi, dan Stastika (Kominfotik).
"Dari segi keinginan masyarakat ada, untuk sementara ini silahkan datang ke Kominfotik dan berproses. Kita akan berikan akses untuk semua rapat. Bukan hanya rapat rapim saja. Tapi rapat-rapat yang saya jalankan juga terbuka," kata Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/12/2017).
Ia tak menampik sejak dilantik hingga kini, video yang diunggah pada channel resmi Pemprov DKI di YouTube terhitung sedikit. Itu karena pihaknya tak ingin memecah belah kondisi Ibu Kota pasca Pilkada 2017.
"Khususnya di bulan-bulan terakhir, dua tiga bulan ke depan di mana kita ingin mempersatukan warga pasca kami mulai bertugas. Itu menjadi menjadi prioritas kami," imbuhnya.
Baca Juga: Kenaikan Dana Parpol Dinilai Tak Wajar, Sandiaga: Saya Serahkan ke Kemendagri
Menurutnya, ketika video rapat diunggah untuk pertama kalinya, jelas bila itu lebih berdampak negatif, ketimbang positifnya. Alhasil ia tak melanjutkan pengunggahan hasil video rapat tersebut.
"Jadi tidak ada yang ditutup-tutupi. Kita melihat manfaat dan mudharatnya. Kemarin mengunggah pertama itu jelas sekali mudharatnya lebih banyak daripada manfaatnya," jelas Sandi.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta Dian Ekowati mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan tetap mengunggah video rapat yang digelar di pada masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
Dian menjelaskan, video yang diunggah berisi rapat tentang kebijakan yang akan dijalankan. Sementara video rapat tentang wacana tertentu tidak dipublikasikan terlebih dahulu.
(Rachmat Fahzry)