TANGERANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat empat warganya meninggal dunia akibat mengidap penyakit difteri. Keempat korban merupakan warga Kecamatan Kosambi dan Kresek, Tangerang.
"Sepanjangn September sampai Desember ada empat orang yang meninggal. Umurnya saya lupa, tapi mereka masih anak-anak," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Desiriana Dinardianti, Selasa (12/12/2017).
Desiriana menjelaskan, penyakit difteri yang diidap keempat anak tersebut telah tergolong parah. Pasalnya, bakteri pembawa penyakit tersebut telah menutup saluran pernapasan sehingga menyebabkan penderita kesulitan bernapas.
"Selain itu, ada ketidaktahuan dari orangtuanya juga lalu telat membawa anaknya ke rumah sakit," ungkapnya.
Sejak September lalu, 30 warga Kabupaten Tangerang menderita difteri. Pihaknya terus berupaya memutus mata rantai penyakit difteri yang tengah mewabah di Kabupaten Tangerang.
"Saat ini kita sedang galakkan imunisasi serentak di Puskesmas bagi anak berusia dibawah 18 tahun dan sosialisasi pula ke orang tua agar dapat terbuka pemikirannya sehingga mengetahui akan pentingnya vaksinasi untuk mencegah penyakit difteri," tandasnya.
Sebelumnya Dinas Kesehatan Banten mencatat ada 68 kasus difteri di provinsi itu, di mana delapan orang di antaranya meninggal dunia.
Kepala Seksi Surveillence, Imunisasi dan Krisis Kesehatan Dinkes Banten, Rostina mengatakan, difteri mewabah salah satunya akibat banyak warga tidak mendapatkan vaksin sejak balita.
"Karena memang cakupan imunisasinya bolong-bolong, banyak yang menolak terjadilah seperti ini. Dari semua kasus difteri ini, hampir 70 persen tidak divaksin, sisanya 30 persen divaksin tapi tidak lengkap. Hanya sekali atau dua kali, kalau yang lengkap 4 kali," ungkapnya
(Salman Mardira)