Perjuangan 3 Jam Warga Bogor Dapatkan Gas 3 Kg yang Sedang Langka

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis
Selasa 12 Desember 2017 13:57 WIB
warga antri gas 3kg (Foto: Okezone)
Share :

BOGOR - Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram ternyata masih dirasakan sejumlah warga di Kota Bogor. Sulitnya mendapat gas tersebut membuat warga rela mengantre berjam-jam demi mendapat gas.

Seperti yang dirasakan warga Bantar Kemang, Katulampa, Bogor Timur, Kota Bogor ini misalnya. Mereka terpaksa mengantre berjam-jam di pangkalan gas demi mendapat gas bersubsidi tersebut.

Salah satu warga Uyung (62), mengaku kesulitan mendapat gas elpiji ukuran 3 kilogram ini sudah terjadi hampir satu bulan. Ia pun terpaksa mengantre selama 3 jam untuk mendapat jatah gas.

"Sudah satu bulan ini. Susah cari gas di warung-warung, makanya saya langsung beli ke pangkalan," katanya, kepada Okezone, Selasa (12/12/2017).

Ia pun mengaku sejumlah warung enggan menjual gas bersubsidi tersebut kepada pembeli yang tidak dikenal atau bukan langganan. Hal itupun menambah sulit warga karena harus membeli gas ke pangkalan.

"Sekalinya ada di warung engga dikasih, alasannya bukan langganan, harganya juga Rp20 ribu. Jadi harus ke pangkalan, untung harganya normal," ungkapnya.

Hal senada juga dirasakan ibu rumah tangga, Yoyoh (59) yang mengaku kesukitan mendapat gas 3 kilogram. Selain sulit, pembelian gas di pangkalan dijatah sebanyak satu tabung gas perkepala.

"Cuma boleh beli satu tabung, itu juga harus nulis nama dulu. Kalau beli di warung susah, harganya juga mahal sampai Rp20 ribu di warung," ungkap Yoyoh.

Yoyoh pun berharap agar pemerintah segera menyelesaikam kelangkaan gas ini. Menurutnya, kelangkaan ini sangat menyulitkan warga terutama ibu rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan dapur.

"Semoga cepat normal lagi, stoknya ditambah lagi. Kalau gimi kasihan ibu-ibu apalagi yang sudah tua. Gas kan kebutuhan pokok untuk masak," tandasnya.

(Mufrod)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya