Tatan mengaku, pihaknya sampai saat ini masih melakukan negosiasi dengan pihak pengusaha angkutan umum, agar para pengusaha mau segera mengoperasikan armada angkutan umumnya di Medan.
“Kita terus upayakan (negosiasi). Tapi mereka masih menunggu keputusan dari Gubernur. Kita lihat nanti lah bagaimana hasil pertemuan dengan Gubernur,” tegas Tatan.
(Baca Juga: Ojek Online Tuntut Regulasi, Pengamat Nilai Semua Tergantung Keputusan Pemerintah)
Sementara terkait situasi keamanan pasca aksi mogok ini, Tatan mengaku masih dalam kondisi yang relatif kondusif. Untuk memastikan tak ada gangguan keamanan, pihaknya juga sudah menempatkan personel di seluruh pool atau terminal, persimpangan yang dimungkinkan menjadi tempat transit atau mengangkut para penumpang.
“Di lokasi yang kita anggap rawan, kita siapkan kendaraan roda dua, roda empat, ataupun roda enam dibantu dengan seluruh personel polsek, termasuk BKO dari Brimob dari Ditsabhara Polda. Dan kami juga mengantisipasi apabila ada aksi-aksi yang melakukan sweeping,” tandasnya.
(Fiddy Anggriawan )