Yerusalem, yang disucikan orang Yahudi, Kristen dan Muslim, adalah rumah bagi tempat tersuci ketiga di Islam dan menjadi jantung konflik Israel-Palestina selama beberapa dekade. Israel merebut Yerusalem Timur Arab pada 1967 dan kemudian mencaploknya dalam tindakan yang tidak diakui secara internasional.
Setelah veto Amerika Serikat pada resolusi Perserikatan Bangsa Bangsa, juru bicara Erdogan mengatakan bahwa pembatalan keputusan Trump akan diupayakan di Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa.
"Semua negara, kecuali pemerintahan Trump, bertindak serentak dalam pemungutan suara itu. Sekarang, masa Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa akan dimulai," kata Ibrahim Kalin di Twitter.
(pai)
(Rifa Nadia Nurfuadah)