PYONGYANG – Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, dilaporkan mengeksekusi seorang pejabat yang bertanggung jawab atas situs uji coba nuklir Punggye-ri. Laporan tersebut diterbitkan oleh media Jepang, Asahi Simbun.
BACA JUGA: Astaga! Korut Klaim Lakukan Uji Coba Nuklir Keenam
Pejabat yang dimaksud bernama Park In-young, Kepala Biro 131, sebuah divisi di dalam Komite Sentral Partai Pekerja Korea yang berkuasa di negara serba tertutup itu. Divisi tersebut bertanggung jawab mengawasi fasilitas militer seperti situs nuklir Punggye-ri dan stasiun peluncuran satelit Sohae.
Melansir dari Independent, Rabu (20/12/2017), Park dicopot dari jabatannya dan kemudian dieksekusi. Menurut keterangan seorang pembelot Korut, eksekusi tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh dua hal.
Park bisa saja dianggap bertanggung jawab karena uji coba nuklir Korut yang keenam kalinya tertunda. Uji coba tersebut dijadwalkan berlangsung pada Musim Semi, tetapi ternyata baru terwujud pada 3 September. Keterlambatan terjadi karena adanya penundaan konstruksi terowongan uji coba.
BACA JUGA: Waduh! Lokasi Uji Coba Nuklir Korut Rusak Parah Akibat Gempa
Kemungkinan kedua, Park dianggap bertanggung jawab karena terowongan tersebut roboh pada Oktober usai dilakukan uji coba hingga menewaskan 200 orang. Namun, Korut membantah laporan runtuhnya terowongan uji coba tersebut.
BACA JUGA: Waduh! Terowongan di Tempat Uji Coba Nuklir Korut Roboh, 200 Orang Tewas
Sebagaimana diberitakan, Korut menggelar uji coba nuklir keenam pada September di situs Punggye-ri. Kekuatan bom hidrogen yang diuji coba itu diklaim mampu mencapai 100 kiloton, atau berkali-kali lipat dari bom atom yang dijatuhkan Sekutu ke Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, pada Agustus 1945.
Tidak lama usai uji coba nuklir tersebut, kawasan di sekitar Punggye-ri dilanda gempa dan tanah longsor. Salah satu dampak gempa adalah robohnya terowongan yang menewaskan 200 orang. Sejumlah ahli yakin, situs nuklir Punggye-ri tidak lagi bisa digunakan untuk uji coba nuklir di masa depan.
(Wikanto Arungbudoyo)