HYDERABAD – Sandhya Rani pulang seperti biasa pada Kamis 21 Desember sekira pukul 18.00 waktu setempat dari tempat kerjanya. Perempuan berusia 25 tahun itu tiba-tiba saja dihampiri oleh seorang mantan rekan kerjanya, Karthik Vanga. Keduanya terlibat adu argumen cukup sengit.
Pria berusia 28 tahun itu lantas menarik satu kaleng minyak tanah, menuangkannya ke Rani, dan membakar korban. Perempuan yang berprofesi sebagai resepsionis itu sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Namun, nyawanya tidak tertolong. Rani meninggal dalam perjalanan.
Melansir dari BBC, Sabtu (23/12/2017), Karthik Vanga diketahui jatuh cinta pada korban. Selama dua tahun terakhir, pelaku terus berusaha untuk melamar Rani, tetapi selalu ditolak. Vanga akhirnya berbuat nekat dengan membakar korban di Kota Hyderabad, India, pada Kamis lalu.
Polisi tidak tahu dengan pasti apakah ada laporan sebelumnya terkait perilaku Karthik Vanga. Yang pasti, pelaku kini sudah berhasil ditangkap oleh kepolisian dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Kekerasan terhadap perempuan jamak terjadi di India sejak kasus pemerkosaan massal serta pembunuhan seorang pelajar pada 2012 di atas sebuah bus di New Delhi. Pemerintah sudah bergerak dengan menyusun undang-undang yang lebih tegas demi menghindari tragedi serupa.
Namun, kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak terus terjadi di India. Menurut data pemerintah, ratusan serangan terhadap perempuan yang melibatkan cairan terjadi setiap tahun di negara tersebut. Banyak yang meyakini serangan terjadi akibat pasangan yang cemburu atau penguntit alias stalker.
(Wikanto Arungbudoyo)