Mengenang Kembali 13 Tahun Tsunami Aceh

, Jurnalis
Selasa 26 Desember 2017 13:34 WIB
Share :

JAKARTA - Tiga belas tahun berlalu usai peristiwa gempa bumi dan tsunami yang melanda wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. Gempa berkekuatan 9,3 SR disusul dengan gelombang tsunami telah menghancurkan bangunan-bangunan di Aceh.

Gempa dengan kekuatan 9,3 SR terjadi sekira pukul 08.00 WIB yang berpusat 160 KM sebelah barat Aceh dengan kedalaman 10 kilometer, ini merupakan gempa bumi terdahsyat yang menghantam Aceh dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Gempa ini juga dirasakan hingga Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika.

Tidak lama setelah gempa terjadi, masyarakat di pesisir Aceh kembali dibuat panik dengan datangnya gulungan air dari pesisir pantai. Ombak tsunami setinggi sembilan meter langsung menyapu bersih sebagian wilayah Aceh. Peristiwa ini tercatat sebagai peristiwa bencana alam terbesar dalam sejarah Abad ke 21, sekitar lebih dari 200 ribu jiwa melayang akibat peristiwa ini.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Provinsi (pemprov) Nanggroe Aceh Darussalam menggelar upacara peringatan bencana tsunami Aceh. Salah satunya dengan mengintruksikan kepada masyarakatnya untuk menaikkan Bendera Merah Putih setengah tiang, baik di instansi pemerintah, rumah-rumah penduduk maupun semua pertokoan di Aceh.

"Kenaikan bendera setengah tiang berlangsung tiga hari, terhitung sejak 25 hingga 27 Desember 2017 dalam rangka mengenang tragedi tsunami menerpa Aceh pada 26 Desember 2004," kata Sekda Aceh Barat, Bukhari di Meulaboh.

Selain itu, akan diadakan zikir bersama di Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh pada Selasa, 26 Desember 2017. Kegiatan ini menjadi agenda rutin setiap tahun dalam rangka mengenang "Tragedi Indonesia Menangis 2004.”

"Tahun ini tidak diadakan acara di kuburan massal korban tsunami, hanya di Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, zikir bersama, tausiah dan penyantuhan anak yatim.” kata Kasubag Hubungan Media Massa Sekdakab Aceh Barat, Adi Wijaya.

Masyarakat Aceh juga melakukan ziarah ke salah satu makam massal di Ule Lheu Banda Aceh Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh. Setiap tahun warga yang datang dari berbagai desa bahkan daerah di Aceh untuk mengenang sanak keluarganya yang menjadi korban tsunami. Di tempat ini terdapat 14.264 jasad disemayamkan secara bersama. (Silvia Rahmatina/M)

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya