MEDAN – Operasi pengamanan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, yang diberi sandi Operasi Lilin 2017, dilakukan Polri untuk menjamin keamanan dan kenyaman masyarakat yang merayakannya. Operasi tersebut utamanya dilakukan untuk cipta kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta pergerakan arus lalu lintas.
Di Sumatera Utara, operasi lilin dilakukan secara lebih luas dengan juga melakukan pemantauan terhadap harga sejumlah komoditi pangan yang dijual di pasar.
Setidaknya ada 7 komoditas pangan yang pergerakan harganya dipantau secara khusus oleh kepolisian, yakni beras, minyak goreng, gula pasir, daging sapi, bawang merah, daging ayam, dan telur ayam.
Kepala Posko Operasi Lilin 2017 Polda Sumut, Kompol Syamsudin, melalui Kasubbid Penerangan Masyarakat pada Bidang Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan menyebutkan, pemantauan terhadap ketujuh komoditas pangan itu dilakukan di 12 wilayah Polres yang ada di Sumut. Ke-12 wilayah itu adalah Polres Pelabuhan Belawan, Polres Binjai, Polres Humbang Hasundutan, Polrestabes Medan, Polres Labuhanbatu, Polres Pematangsiantar, Polres Padangsidempuan dan Polres Simalungun.
“Kita juga melakukan pemantauan di wilayah hukum Polres Tebingtinggi, Polres Tapanuli Selatan, Polres Tanjung Balai dan Polres Toba Samosir. Sejauh ini harga-harga cukup terkendali,”sebut Syamsudin, Jumat (29/12/2017) malam.