Kim Jong-un Bersedia Kurangi Tekanan Militer agar Berdamai dengan Korsel

Putri Ainur Islam, Jurnalis
Senin 01 Januari 2018 11:20 WIB
Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un. (Foto: Reuters)
Share :

PYONGYANG - Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa dia memiliki "tombol nuklir" di mejanya yang siap digunakan kapan saja jika Korut merasa terancam. Berbeda sikap dengan AS, Kim Jong-un mengatakan bahwa dia terbuka untuk berdialog dengan sang negara tetangga, Korea Selatan (Korsel).

Setelah setahun penuh dengan ketegangan mengenai program senjata nuklir Korut, Kim Jong-un menyampaikan sebuah pidato perayaan pergantian tahun di televisi untuk menyerukan tekanan militer yang lebih rendah di Semenanjung Korea dan memperbaiki hubungan dengan Korsel.

"Ketika menyangkut hubungan Utara-Selatan, kita harus menurunkan ketegangan militer di Semenanjung Korea untuk menciptakan lingkungan yang damai. Baik Utara maupun Selatan harus melakukan sebuah upaya (menjaga perdamaian)," ujar Jong-un, dinukil dari Reuters, Senin (1/1/2018).

BACA JUGA: Korea Utara Rayakan Ultah Seabad Nenek Kim Jong-un

Pemimpin diktator tersebut mengatakan akan mempertimbangkan untuk mengirim delegasi ke Olimpiade Musim Dingin yang akan diadakan di Pyeongchang, Korsel, yang akan diselenggarakan pada Februari.

"Keikutsertaan Korut di Olimpiade Musim Dingin akan menjadi kesempatan bagus untuk menunjukkan kesatuan masyarakat dan kami berharap Olimpiade tersebut akan sukses. Pejabat dari dua Korea mungkin segera bertemu untuk membahas kemungkinan tersebut," tambah Jong-un.

Dalam pidato tahun baru tersebut, pemimpin diktator tersebut juga mengumumkan bahwa Korut akan fokus pada pembangkit tenaga nuklir dan rudal balistik untuk penempatan operasional pada 2018. Kim Jong-un pun menegaskan bahwa AS tidak mungkin memulai perang melawan Korut.

BACA JUGA: Korut Eksekusi Penanggung Jawab Lokasi Uji Coba Nuklir

"Seluruh Amerika Serikat berada dalam jangkauan senjata nuklir kita dan sebuah tombol nuklir selalu ada di meja saya. Ini kenyataan, bukan ancaman," tegas anak pemimpin terdahulu Korut tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Korut menguji rudal balistik antarbenua dan melakukan uji coba nuklir keenam dan paling kuat pada September 2017. Hal tersebut dianggap bertentangan dengan sanksi internasional serta menimbulkan kekhawatiran akan adanya konflik baru di Semenanjung Korea.

Tak berhenti di situ, menjelang akhir November 2017 Pyongyang juga menguji rudal balistik antarbenua yang paling kuat (ICBM), yang diklaim mampu mengantarkan hulu ledak ke mana saja di daratan AS. Kim Jong-un pun menyatakan bahwa pasukan nuklirnya kini lengkap.

(pai)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya